Minggu, Januari 15, 2012

Indonesia - Malaysia: Lebih Lama Bersatu dari Berpisah

Tidak ada negara Indonesia sebelum 17 Agustus 1945 atau tahun 1948 menurut penilaian Belanda hingga saat ini. Tidak ada negara yang bernama Malaysia sebelum 31 Agus 1957.
Negara Islam Aceh Darus Salam (1607-1936) kekuasaannya meliputi Deli, Johor, Bintan, Pahang, Kedah sampai ke Semenanjung Melaka. Negara Islam Malaka yang berkuasa ratusan tahun. Juga Negara Islam Riau Lingga yang kekuasaanya meliputi Riau, Johor dan Pahang (abad ke 19). Setelah merdeka bekas jajahan Inggris menjadi Malaysia dan bekas jajahan Belanda menjadi Indonesia. 

Hampir 400 tahun berada dibawah kekuasaan pemerintahan negara Islam Aceh. Ratusan tahun berada dibawah pemerintahan negara Islam yang sama bernama negara Malaka dan juga negara Islam Riau Lingga.


Hubungan yang terjalin hampir 1000 tahun itu tidak akan hilang begitu saja dengan lahirnya negara Indonesia yang baru lahir 67 tahun lalu dan Malaysia yang baru lahir 55 tahun lalu itu. Walaupun kedua negara baru dan muda itu banyak menimbulkan masalah ukhuwah, serumpun dan sepenanggungan, pasti rencana Allah lebih baik dari konspirasi musuh-musuh-Nya. 

Konspirasi Global
Bangsa Cina yang beragama Budha, berhak tinggal di negara bangsa mereka bernama Cina. Bangsa India yang beragama Hindu berhak hidup dinegara bangsa mereka bernama India.
Bangsa Arab yang beragama Islam tidak berhak hidup dan tinggal di negara bangsa mereka bernama Arab. Negara Arab saat ini telah dipecah menjadi negara-negara kecil yang tidak ada lagi identitas kebangsaan.

Bangsa melayu-Islam yang menjadi bangsa terbesar kelima dunia tidak diberi hak untuk membentuk negara bangsa mereka. Penjajah telah memecahbelah bangsa ini menjadi negara-negara seperti Brunei, Indonesia, Singapura, Thailand dan Philipina.
Ada kekuatan konspirasi yang tidak menginginkan bangsa Melayu Islam bersatu karena mereka memiliki kekayaan alam yang lezat untuk dinikmati dan sumber daya manusia yang indah untuk diperbudak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar