Minggu, Juni 12, 2016

"Perjuangan" Memasang Elpiji 3Kg

Ramadhan kali ini (1437H) saya "berusaha" untuk menyiapkan bahan-bahan makanan buat berbuka dirumah. Bagaimana tidak, maklum saat ini belum ada istri yang setia untuk masakin saya dirumah hehe. Berawal dari niatan untuk sahur, dan teringat gas elpiji saya sudah habis dan sudah waktunya untuk ganti. 

Dengan segala doa dan niat hati yang bersih, saya pun mulai melepas regulator pada tabung elpiji lama, lalu saya pindahkan ke elpiji yang baru. Setelah saya pasang dengan benar dan baik, kompor sudah saya siap uji coba. Percobaan pun dimulai.. ceklek-ceklek lhaah... tidak nyala!. Lalu regulator saya coba untuk lepas dan pasang lagi. Uji coba kembali kompor gas saya, ceklek-ceklek lhaah... tidak nyala lagi !!. (Mulai merasa panik). Hati mulai gundah dan gelisah. Saya sudah beberapa kali lepas pasang regulator tetap saja kompor tidak nyala. Akhirnya terbesit untuk mencari di Google.

Google memang serba tahu apa saja, sampai masalah gas elpiji saja ada. Lalu saya browsing-browsing dan menemukan salah satu artikel yang membahas permasalahan ini. Artikel Tarijem tentang Kompor Gas Tak Mau Hidup ini sangat membantu sekali. Trik yang dapat digunakan:

  1. Mengetuk-ngetuk bagian regulator gas.
  2. Memutar-mutar kunci regulator secara perlahan.

Cara kedua ini sudah saya lakukan dan hasilnya tetap nihil. Saya sudah coba beberapa kali, kompor tetap tidak mau nyala. Kemudian rumah69 memberikan contoh solusi lain yaitu dengan membuka selang regulator dan mengecek apakah gotri (kelereng besi) menyumbang saluran gas. Gotri ini berfungsi sebagai pencegah kebocoran gas secara otomatis. Akhirnya saya coba, namun saya tidak melepas selang regulatonya, hanya saya kocok-kocok (dan ada suara besi kecil didalam regulator) beberapa kali. Kemudian saya coba pasang kembali, dan ceklek...ceklek... kompor sudah menyala kembali, 

Memang benar, seorang wanita selain berjuang memasak untuk suami dan anak-anaknya, juga butuh perjuangan untuk memasang kompor gas. Namun disarankan jika memang ragu untuk memasang sendiri, sebaiknya minta bantuan yang lebih tahu cara pemasangannya untuk menghindari kesalahan pemasangan. Alhamdulilah sudah siap untuk sahur...


Jumat, April 10, 2015

Kisah Kemurahan Seorang Pak Lurah.

Om saya pernah menceritakan tentang kisah nyata sikaap Pak Lurah yang memperhatikan warganya jaman dulu, Namun saat itu saya belum sempat bertanya lagi, Pak Lurah dari daerah mana dan kapan beliau saat itu menjabat. Sikap, sifat dan perbuatannya patut untuk dijadikan contoh teladan yang baik dalam membangun mental untuk memajukan daerahnya. Saat ini bisa dikatakan mungkin seperti Kang Emil lah, orangnya.. Mayor of Bandung. Berikut kisahnya...

Sabtu, Maret 28, 2015

Tulisan Salim A. Fillah Ini Menyentak Nurani Muslim Indonesia

Sebuah tulisan yang menyentak nurani umat Islam Indonesia menyebar melalui broadcast sosial media Blackberry Messenger dan WhatsApp. Tulisan yang ditulis oleh Salim A. Fillah, Ustadz muda dan penulis buku-buku Islam ini, menuturkan apa yang disampaikan oleh seorang Ulama Palestina, Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah tentang Peradaban Islam yang silih berganti dipimpin dari bangsa satu ke bangsa yang lain. 

Hingga menceritakan siapa kelak yang akan memimpin peradaban Islam selanjutnya dan membebaskan Al-Aqsha. Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina itu, seperti disebut Salim, menyitir hadist RasululLah bahwa pemimpin peradaban itu berasal dari Timur. Berikut tulisan lengkap yang dikutip Islamedia.co setelah konfirmasi langsung dari penulisnya:     Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah, Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina.