Om saya pernah menceritakan tentang kisah nyata sikaap Pak Lurah yang memperhatikan warganya jaman dulu, Namun saat itu saya belum sempat bertanya lagi, Pak Lurah dari daerah mana dan kapan beliau saat itu menjabat. Sikap, sifat dan perbuatannya patut untuk dijadikan contoh teladan yang baik dalam membangun mental untuk memajukan daerahnya. Saat ini bisa dikatakan mungkin seperti Kang Emil lah, orangnya.. Mayor of Bandung. Berikut kisahnya...
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Jumat, April 10, 2015
Kamis, Desember 11, 2014
Dapat Hadiah App Blackbery di Blackberry World
Hari ini saat saya iseng browsing di handphone blackberry, niatnya sih mencari aplikasi deteksi saldo kartu Frizzi dari BCA, gara-gara tiket busway di Jakarta, sudah mulai menerapkan full e-ticketing. Kartu ini saya peroleh dari petugas di halte busway, saat saya mau pulang. Apa daya halter Gelora Bung Karno sudah tidak melayani, tiket kertas lagi, sekarang penggantinya kartu.
Layaknya aplikasi e-money milik Mandiri yang sudah tersedia, untuk mengecek saldo kartu e-money, dengan hanya menempelkan kartu dibawah handphone blackbbery yang sudah support NFC (Near Field Communication), Waw... canggih sekali ini.Namun aplikasi sejenis ini belum tersedia untuk kartu Frizzi. :'(
Saya malah menemukan beberapa aplikasi gratis, yang dahulunya berbayar, sekarang menjadi GRATIS. Menarik, sekali. Ini beberapa screenshot, hadiah bulan Desember 2014, dari Blackberry World.

Aplikasi ini berjalan normal untuk OS BB 10 (contohnya Z10). Namun tidak tahu, apakah aplikasi ini tersedia untuk sistem operasi lain. Selamat mendownload, sebelum bulan desember berakhir..
Layaknya aplikasi e-money milik Mandiri yang sudah tersedia, untuk mengecek saldo kartu e-money, dengan hanya menempelkan kartu dibawah handphone blackbbery yang sudah support NFC (Near Field Communication), Waw... canggih sekali ini.Namun aplikasi sejenis ini belum tersedia untuk kartu Frizzi. :'(
Saya malah menemukan beberapa aplikasi gratis, yang dahulunya berbayar, sekarang menjadi GRATIS. Menarik, sekali. Ini beberapa screenshot, hadiah bulan Desember 2014, dari Blackberry World.

Aplikasi ini berjalan normal untuk OS BB 10 (contohnya Z10). Namun tidak tahu, apakah aplikasi ini tersedia untuk sistem operasi lain. Selamat mendownload, sebelum bulan desember berakhir..
Kamis, Februari 20, 2014
Hijab Bunda Maria Bertuliskan LAA ILAAHA ILLALLAH ?
Sahabat sudah nonton film '99 Cahaya Di Langit Eropa' ?
Dalam film tersebut menceritakan bagaimana Hanum Salsabila Rais, puteri dari Amien Rais sekaligus penulis buku 99 Cahaya Dilangit Eropa sempat dibuat tercengang ketika mengetahui bahwa inskripsi arab yang mengukir di tepian kain hijab yang dikenakan Bunda Maria itu adalah lafaz tahlil لَا إِلٰهَ إِلَّا الله ‘Laa ilaaha Illallah
Dalam bukunya, Hanum memaparkan kisah perjalanannya menjelajahi jejak peradaban Islam yang ada di Eropa. Ia bersama suaminya, Rangga Almahendra membelah peradaban Islam dari Eropa Barat hingga Eropa Timur. Sesampainya di Paris, Hanum pun dibuat tercengang oleh beberapa peninggalan dari peradaban Islam di kota ini dulunya.
Museum Louvre, adalah tempat penyimpanan berbagai benda berharga milik Perancis. Di Museum inilah, lukisan Monalisa yang terpopuler itu berada. Dan disini pula lukisan menakjubkan yang dimaksud Hanum itu berada.
Museum Louvre, adalah tempat penyimpanan berbagai benda berharga milik Perancis. Di Museum inilah, lukisan Monalisa yang terpopuler itu berada. Dan disini pula lukisan menakjubkan yang dimaksud Hanum itu berada.
Minggu, Februari 02, 2014
Biara Ini Dilindungi Nabi Muhammad SAW, St. Catherine Monastery
Pada tahun 628 Nabi Muhammad SAW mengeluarkan Piagam Anugerah kepada biarawan St. Catherine Monastery di Mount Sinai.
Surat ini mengandungi tentang aspek-aspek hak asasi manusia termasuk perlindungan bagi umat Kristian, kebebasan beribadah dan bergerak, menjaga harta mereka, dan hak untuk dilindungi di dalam medan perang.
Di bawah adalah terjemahan dokumen tersebut di dalam bahasa Inggeris :-
“This is a message from Muhammad ibn Abdullah, as a covenant to those who adopt Christianity, near and far, we are with them.
Verily I, the servants, the helpers, and my followers defend them, because Christians are my citizens; and by Allah! I hold out against anything that displeases them.
Selasa, Desember 24, 2013
Sabtu, Desember 21, 2013
Sisi Lain Pinjaman Luar Negeri
Indonesia memiliki setumpuk hutang luar negeri, mayoritas adalah dalam US dolar, sebagian lagi adalah dalam Yen.
Ketika mendapatkan mata uang ini, pemerintah mengkonversi kembali ke rupiah dan kemudian menggunakan uang tersebut untuk membiayai proyek yang akan didanai oleh hutang tersebut.
Katakanlah pemerintah meminjam 50 juta USD untuk membangun sekolah, memperbaiki jalan, dan memperbaiki sanitasi suatu daerah. Pertanyaan bagi kita adalah:
"Bagaimana uang ini nantinya akan dikembalikan?"
Kita tidak bisa membayar hutang dolar dengan rupiah, tidak bisa juga membayar Yen dengan rupiah. Dolar harus dibayar dengan dolar, Yen harus dibayar dengan Yen. Tentu saja, + bunga pinjaman yang juga dalam mata uang dolar atau Yen.
Sekolah, jalan raya, dan infrastruktur tersebut tidak bisa serta merta menghasilkan dolar dan yen! Bunga pinjaman dalam mata uang dolar atau yen ini harus dikembalikan, dan satu-satunya cara mengembalikan adalah kalau kita menjual sumber alam atau produk manufaktur buatan Indonesia kepada negara-negara pemberi pinjaman tersebut.
Bila pinjaman terus menerus diberikan.. suatu ketika bunga-berbunga (compounding interest) dari pinjaman tersebut akan memaksa pemerintah menjual besar-besaran sumber daya alam kita ke negara pemberi pinjaman tersebut... Pajak yang harus dibayar oleh rakyat juga semakin besar, hanya untuk melunasi hutang dan bunga hutangnya.
Siapa yang sebenarnya memberikan hak kepada pemerintah untuk berhutang??? Sepertinya pemerintah tidak pernah meminta izin dari rakyat ketika meminjam uang ke luar negeri, padahal konsekuensi tindakan mereka berdampak secara langsung kepada kehidupan rakyat nya.
Ingat, pemerintah tidak punya uang! Semua uang pemerintah datang dari rakyatnya!
Sumber : http://pohonbodhi.blogspot.com
Ketika mendapatkan mata uang ini, pemerintah mengkonversi kembali ke rupiah dan kemudian menggunakan uang tersebut untuk membiayai proyek yang akan didanai oleh hutang tersebut.
Katakanlah pemerintah meminjam 50 juta USD untuk membangun sekolah, memperbaiki jalan, dan memperbaiki sanitasi suatu daerah. Pertanyaan bagi kita adalah:
"Bagaimana uang ini nantinya akan dikembalikan?"
Kita tidak bisa membayar hutang dolar dengan rupiah, tidak bisa juga membayar Yen dengan rupiah. Dolar harus dibayar dengan dolar, Yen harus dibayar dengan Yen. Tentu saja, + bunga pinjaman yang juga dalam mata uang dolar atau Yen.
Sekolah, jalan raya, dan infrastruktur tersebut tidak bisa serta merta menghasilkan dolar dan yen! Bunga pinjaman dalam mata uang dolar atau yen ini harus dikembalikan, dan satu-satunya cara mengembalikan adalah kalau kita menjual sumber alam atau produk manufaktur buatan Indonesia kepada negara-negara pemberi pinjaman tersebut.
Bila pinjaman terus menerus diberikan.. suatu ketika bunga-berbunga (compounding interest) dari pinjaman tersebut akan memaksa pemerintah menjual besar-besaran sumber daya alam kita ke negara pemberi pinjaman tersebut... Pajak yang harus dibayar oleh rakyat juga semakin besar, hanya untuk melunasi hutang dan bunga hutangnya.
Siapa yang sebenarnya memberikan hak kepada pemerintah untuk berhutang??? Sepertinya pemerintah tidak pernah meminta izin dari rakyat ketika meminjam uang ke luar negeri, padahal konsekuensi tindakan mereka berdampak secara langsung kepada kehidupan rakyat nya.
Ingat, pemerintah tidak punya uang! Semua uang pemerintah datang dari rakyatnya!
Sumber : http://pohonbodhi.blogspot.com
Kamis, Desember 19, 2013
Mitos Tentang Uang
Hari ini saya akan memposting sebuah dongeng lagi. Cerita ini berisi hal yang sama, tentang kredit sebagai uang, sistem yang sudah dipakai di seluruh dunia selama beberapa ratus tahun terakhir (silahkan baca "Sejarah Pedagang Uang").
Bagi Anda yang masih hidup dalam ilusi bahwa Indonesia merdeka tahun 1945, bangunlah dari tidurmu.. Kita semua masih adalah budak, bedanya hanya tuan kita sekarang tidak muncul langsung di hadapan kita, memerintah kita untuk bekerja paksa.
Setiap sen uang di negara kita, dan juga negara lainnya adalah kredit, alias hutang. Dan Uang muncul hanya dalam bentuk kredit. Kita semua adalah penyewa uang, tidak lebih dari itu.
Yang namanya hutang harus dibayarkan kembali plus bunga yang tidak diciptakan oleh bankir. Sampai kapan pun total hutang tidak mungkin dilunasi. Tahun demi tahun, kita bekerja untuk hanya untuk melayani dan memperkaya sang pencipta kredit, para bankir...
Rabu, September 11, 2013
Kenapa Lukisan Wajah Nabi Muhammad tidak ada ?
Jadi itulah sebenarnya duduk masalahnya. Dan dengan masalah itu sebenarnya kita harus bangga. Sebab keharaman menggambar wajah nabi SAW justru merupakan bukti otentik betapa Islam sangat menjaga ashalah (originalitas) sumber ajarannya.
Larangan melukis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait
dengan keharusan menjaga kemurnian ‘aqidah kaum muslimin. Sebagaimana
sejarah permulaan timbulnya paganisme atau penyembahan kepada berhala
adalah dibuatnya lukisan orang-orang sholih, yaitu Wadd, Suwa’, Yaguts,
Ya’uq dan Nasr oleh kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam. Memang pada awal
kejadian, lukisan tersebut hanya sekedar digunakan untuk mengenang
kesholihan mereka dan belum disembah. Tetapi setelah generasi ini
musnah, muncul generasi berikutnya yang tidak mengerti tentang maksud
dari generasi sebelumnya membuat gambar-gambar tersebut, kemudian syetan
menggoda mereka agar menyembah gambar-gambar dan patung-patung orang
sholih tersebut.
Jumat, Agustus 30, 2013
Perdagangan Bebas ASEAN dan China 2015
Sejak 1 Januari 2010 ini, Indonesia bersama ASEAN menapaki era perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA). Pertanyaannya: Apa implikasi perdagangan bebas ASEAN-China bagi perekonomian Indonesia, khususnya bagi industri dalam negeri, pertanian, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ?
Mengacu dokumen ACFTA, tujuan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China untuk memperkuat dan meningkatkan kerjasama perdagangan kedua pihak dan meliberalisasikan perdagangan barang dan jasa melalui pengurangan atau penghapusan tariff atau bea masuk. Juga untuk mencari area baru dan mengembangkan kerjasama ekonomi saling menguntungkan serta memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dengan negara anggota baru ASEAN dan menjembatani gap yang ada di antara kedua belah pihak.
Langganan:
Postingan (Atom)
