Jumat, Februari 15, 2013

Menghadapi Redenominasi

Redenominasi rupiah oleh Bank Indonesia segera dimulai. Masyarakat harus mengantisipasinya dengan tepat, dan mengambil tindakan sendiri. 



Pelaksanaan redenominasi rupiah sudah semakin dekat. Meski belum ada dasar hukumnya, BI sudah menyosialisasikan rancangan rupiah baru. RUU Redenominasi sudah hampir pasti akan digolkan akhir 2013 ini, hingga redenominasi dapat dimulai sesuai rencana, yaitu awal 2014. Dalam hal ini Pemerintah dan DPR hanya diperlukan sebagai pemberi legitimasi legal saja, sebab BI, sebagai entitas di luar Pemerintahan RI, memiliki kebebasan penuh mengambil keputusan kebijakan moneter, yang tidak dapat dihalangi oleh pemerintah dan DPR.

Jakarta Gemerlap Bagai Las Vegas, Tapi Sumba Seperti Bangladesh

Jakarta - Kondisi kelistrikan di Indonesia jadi cerminan kondisi perekonomian, belum merata. Jakarta yang terang benderang berbeda kondisinya dengan wilayah Sumba yang sulit listrik.

Direktur Eksekutif dan Institut Bisnis Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni mengatakan, pada saat dirinya datang ke Pulau Sumba di NTT tahun 1998, kondisi di Sumba dengan Jakarta jauh sekali ketimpangannya.

Wanita yang pernah mendapat pujian langsung dari Presiden AS Barack Obama karena mampu menyelesaikan krisis listrik pedesaan ini mengatakan, dia berinisiatif untuk membangun pembangkit listrik tenaga air mini (mini hydro) di Sumba untuk menyelesaikan persoalan krisis listrik.

"Di Jakarta pada malam hari seperti di Las Vegas Amerika Serikat, tapi di sini tahun 1998 kondisinya seperi di Bangladesh India itu pun di daerah paling pinggir lagi. Sepi, gelap sekali di sini jika malam hari," ucapnya ketika ditemui di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Senin, Februari 04, 2013

Kisah Dr. Laurence Brown Seorang Ateis


Salam damai, saya Dr. Laurence Brown dengan episode selanjutnya dari “Interfaith Issues.” Hari ini saya akan membahas topik yang mungkin akan mengejutkan banyak dari kalian dan hal itu adalah bagaimana saya masuk Islam. Sepanjang serial ini dan sepanjang pekerjaan saya yang lain, sebagian orang menghampiri saya dan bertanya bagaimana saya menjadi muslim dan alasannya adalah untuk menceritakan kisahku kepadamu, menjawab pertanyaan setiap orang, dan membuat orang-orang tahu bagaimana aku membuat perubahan besar dalam hidupku dan agamaku, jadi aku memutuskan untuk menceritakan kisahku.

Minggu, Januari 20, 2013

Kebesaran Hati Supir Angkot Di Bogor

Masih banyak orang baik, cerita ini saya dapatkan waktu saya iseng bareng teman saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranang siang, kota Bogor. 

Pengemudi angkot itu seorang anak muda, didalam angkot duduk 7 orang penumpang, termasuk kami. Masih ada 5 kursi yang belum terisi, seperti biasa di tengah jalan, angkot-angkot saling menyalip untuk berebut penumpang. Namun ada pemandangan aneh, didepan angkot yang kami tumpangi ada seorang ibu dengan 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. 

Setiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.

Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “ Tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.

Rabu, Januari 16, 2013

Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!!

Sebuah cerita miris yang real terjadi diantara kita. Terjadi Di Jakarta !!!, Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!
Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn).
Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.