SEWAKTU ia dikuburkan, hanya sedikit orang yang mengiringi dan mengantarkannya. Ya, itu pun para tetangga dan kerabat dekatnya. Maklumlah, ia hanya seorang kecil yang tak berharta dan tak punya kuasa. Ia sama sekali bukan orang hebat dan terkenal.
Tetapi sehari setelah penguburannya itu, namanya langsung melambung ke seantero desa. Tiga hari setelah itu keterkenalan namanya sudah berhembus melewati batas-batas desa, menembus udara kecamatan, dan lantas masuk ke kantor-kantor, rumah-rumah, dan warung-warung di kota kabupaten. Dan seminggu kemudian, namanya sudah menghiasi pembicaraan warga seluruh propinsi itu. Di pasar dan masjid, orang ramai membincangkannya.
“Siapa sebenarnya orang itu?” tanya orang-orang.
“Kuburnya mengeluarkan cahaya.”
“Kompleks pemakaman kampung itu menjadi terang. Padahal di situ tidak ada penerangan listrik sama sekali,” kata mereka lagi.