Dunia, hanya satu terminal dari seluruh fase kehidupan. Hanya Allah yang tahu, rentang usia seorang manusia. Saya, khadijah, sebut saja demikian, menikah dengan Muhammad, 3 Oktober 1993. Muhammad, adalah kakak kelas saya di IPB. Pernikahan saya, melalui tahap yang biasa dilakukan oleh ikhwan dan akhwat. Saya tak pernah mengenal Muhammad sebelumnya. Dan, seperti layaknya pasangan baru, fase ta’aruf, konflik, dan kematangan pun saya alami.
“Barangsiapa yang mengharapkan mati syahid dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberikan mati syahid kepadanya, meski ia mati di tempat tidur.”
Meski baru saling kenal, saya rasakan suami saya sangat sayang pada saya. Seolah, tidak seimbang dengan apa yang saya berikan. Dia banyak membantu. Apalagi ketika saya menyelesaikan tugas akhir kuliah. Bisa dikatakan, ia sekretaris pribadi saya.