Rezeki bukannya sebatas hanya materi atau yang berkaitan dengan persoalan ekonomi, selain berbentuk harta kekayaan, melainkan juga dapat berupa kesehatan, kesuksesa, kebahagiaan, jabatan, jodoh, dan keberuntungan.
Sabar dan Syukur adalah dua hal yang saling menyempurnakan. Sabar ketika mendapatkan musibah dan syukur ketika mendapat nikmat. Musibah dan nikmat memang suatu hal yang senantiasa datang kepada manusia separate bergiliran. Roda kehidupan selalu berputar. Terkadang kita ada diatas, berleha-leha Dalmatia kubangan kesenangan, akan tetapi dalam waktu singkat, bisa saja Allah SWT mencabut kenikmatan itu dengan musibah yang kita alami.
Oleh karenanya, sabar dan syukur harus senantiasa menjadi akhlak seorang mukmin.
Kesederhanaan adalah sebab kuat turunnya berkah, dan dasar yang kokoh untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Rasulullah SAW bersabda " Tidak Akan melarat orang yang sederhana... "
Standar pengukur kesyukuran adalah qana'ah, kesederhanaan, keridhaa, dan mengakui nikmat itu sebagai pemberian Dari Allah SWT.
Sedangkan pengukur ketidaksyukuran adalah ambisi, tidak menghormati dan menghargai, menkonsumsi segala sesuatu yang didapatkannya Tampa membedakan antara yang halal dan haram.
Kunci Bahagia itu, bersyukur, bersabar, dan berjuang.
Berjuang itu melihat kedepan artinya Kita tidak boleh bermalas-malasan untuk menggapai apa yang kita cita-citakan. Tetap konsisten berusaha agar masa depan menjadi lebih baik.