
Senin, Juni 28, 2010
'Ten big media lies' about Israel
Michel Collon, a Belgian journalist and author, in his book "Israel, let's talk about it," has slammed European media over decades of "lying" to people in order to support Israel.
Collon, in his book, has recounted "10 big lies" spread by Western media in order to "justify the existence and actions of Israel", which are concisely presented below:
Collon, in his book, has recounted "10 big lies" spread by Western media in order to "justify the existence and actions of Israel", which are concisely presented below:
Sabtu, Juni 26, 2010
Tiga .... Tiga.... Tiga....
Tiga...tiga....tiga... bukanlah ungkapan teletabies yang mengajarkan mengeja angka, akan tetapi ini adalah rangkaian kata-kata berhikmah yang semoga saja mampu 'menggelitik hati kita dan membawanya kepada perenungan OK........
Tangis Sahabat Umar - Kesederhanaan
Suatu hari, sahabat Umar bin Khaththab bertandang ke rumah Rasulullah saw.. Ia mengelus dada ketika melihat Nabi panutan dan pemimpin umat itu tidur berbaring di atas tikar kumuh, tampak guratan tikar itu pada tubuhnya. Dia melihat almari, tetapi tak mendapati sesuatu selain segantang gandum kasar.
Melihat hal tersebut, Umar menangis di hadapan Nabi saw..
Nabi saw. berkata, "Apa yang menyebabkan engkau menangis hai Umar?" Umar menjawab, "Aku melihat para kaisar, Kisra dan raja-raja lain tidur enak di atas ranjang mewah beralaskan sutera. Tetapi disini, aku melihat engkau tidur beralaskan tikar seperti ini." "Wahai Umar, tidakkah engkau sependapat denganku. Kita lebih suka memilih kehidupan akhirat, sedang mereka memilih dunia." Demikian sahut Nabi. Mendengar jawaban itu, luluhlah hati Umar melihat kesederhanaan Nabi sebagai pemimpin dan panutan. Wallaahu a'lam.
Sumber:1001 Kisah-Kisah Nyata, Achmad Sunarto
Melihat hal tersebut, Umar menangis di hadapan Nabi saw..
Nabi saw. berkata, "Apa yang menyebabkan engkau menangis hai Umar?" Umar menjawab, "Aku melihat para kaisar, Kisra dan raja-raja lain tidur enak di atas ranjang mewah beralaskan sutera. Tetapi disini, aku melihat engkau tidur beralaskan tikar seperti ini." "Wahai Umar, tidakkah engkau sependapat denganku. Kita lebih suka memilih kehidupan akhirat, sedang mereka memilih dunia." Demikian sahut Nabi. Mendengar jawaban itu, luluhlah hati Umar melihat kesederhanaan Nabi sebagai pemimpin dan panutan. Wallaahu a'lam.
Sumber:1001 Kisah-Kisah Nyata, Achmad Sunarto
Langganan:
Postingan (Atom)


